Desa Mandiri Buah: Menengok Geliat Desa Karangrejo, Sang Kiblat Pembibitan Alpukat Nasional
KABUPATEN PURWOREJO – Di kaki Gunung Tugel, tepatnya di Dusun Singolobo, Desa Karangrejo, Kecamatan Kutoarjo, suasana asri pedesaan tampak berbeda. Bukan hamparan padi yang mendominasi pemandangan, melainkan ribuan polybag berisi bibit alpukat yang tertata rapi di setiap halaman rumah warga. Desa ini kini dikenal luas sebagai pusat pembibitan alpukat unggul yang memasok kebutuhan nasional.

Dari Hobi Menjadi Ekonomi Mandiri

Transformasi desa ini bermula dari inisiatif para petani lokal yang mulai membudidayakan alpukat varietas Pluwang dan Miki. Melihat potensi nilai ekonomi yang tinggi, warga beralih dari bertani konvensional menjadi penangkar bibit.

Kepala Desa setempat menyampaikan bahwa hampir 80% warga kini terlibat dalam rantai bisnis alpukat, mulai dari penyedia biji (rootstock), tenaga penyambung pucuk (grafting), hingga pemasaran digital. "Setiap tahunnya, kami mampu mengirimkan lebih dari 50.000 bibit ke berbagai penjuru Indonesia, mulai dari Sumatra hingga Kalimantan," ujarnya.

Inovasi Teknik Pembibitan

Keunggulan bibit dari desa ini terletak pada kualitas sambungannya. Para pemuda desa telah dilatih teknik okulasi modern yang membuat bibit lebih cepat berbuah—hanya dalam waktu 2-3 tahun setelah tanam. Selain itu, varietas yang dikembangkan memiliki karakteristik daging buah yang tebal, tekstur mentega, dan ukuran yang jumbo (mencapai 1-2 kg per buah).

Dampak Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Melalui program "Kampung Alpukat", tingkat ekonomi masyarakat meningkat signifikan. Tak hanya menjual bibit, desa ini juga mulai mengembangkan agrowisata petik buah yang menarik wisatawan saat musim panen tiba. Dukungan dari pemerintah daerah dan pemerintah desa juga memperkuat infrastruktur pembibitan di wilayah ini.

"Dulu alpukat hanya tanaman pagar, sekarang alpukat adalah mesin ekonomi kami. Harapannya, desa ini bisa menjadi role model bagi desa lain dalam memaksimalkan potensi komoditas lokal," kata Mulyanto, salah satu penangkar bibit sukses di Kalibening.

Dengan permintaan bibit yang terus melonjak seiring tren gaya hidup sehat, desa pembibitan alpukat ini membuktikan bahwa inovasi di sektor pertanian mampu menjadi jawaban atas tantangan kemiskinan di perdesaan.

  • Copyright © Tabler. All rights reserved.