Kutoarjo, Purworejo – Desa Karangrejo, yang terletak di Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, kini mulai bersiap menjadi sentra baru tanaman hortikultura. Melalui inisiatif warga dan dukungan pemerintah desa, Karangrejo meluncurkan program pembibitan tanaman buah jeruk sebagai upaya penguatan ekonomi kreatif berbasis pertanian.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Kondisi tanah yang subur dan iklim mikro di wilayah Kutoarjo dinilai sangat ideal untuk pengembangan varietas jeruk unggulan.
Inovasi Lokal untuk Kemandirian Ekonomi
Program pembibitan ini difokuskan pada penyediaan bibit berkualitas tinggi, mulai dari jenis Jeruk Siam, Keprok, hingga Jeruk Nipis. Tujuannya adalah untuk memastikan para petani lokal mendapatkan bibit yang sehat dan bersertifikat tanpa harus mendatangkan dari luar daerah.
"Kami ingin Karangrejo tidak hanya dikenal sebagai penanam, tapi juga sebagai produsen bibit. Dengan begitu, nilai tambah ekonomi tetap berputar di dalam desa," ujar salah satu penggerak kelompok tani setempat.
Fokus Utama Program Pembibitan
Untuk memastikan keberhasilan program ini, Desa Karangrejo menerapkan beberapa standar teknis:
- Pemilihan Entres Unggul: Menggunakan batang bawah yang kokoh dan entres dari pohon induk yang produktif.
- Edukasi Teknik Okulasi: Pelatihan bagi warga desa tentang cara penyambungan (okulasi) yang benar agar bibit cepat berbuah.
- Manajemen Hama Terpadu: Penggunaan pupuk organik dan pengawasan ketat terhadap serangan virus CVPD yang sering menyerang tanaman jeruk.